Gunung Batu Banawa (Baturai Pantun III)

Baturai Pantun III
Gunung Batu Banawa

Oleh: Ampeak Sie Kaminting Pidakan, Kelua

Iwak patin tatak sapanggal
Buat ka rinjing lalu disanga
Radin pangantin anak nang tunggal
Diang Ingsun kuitan tuha

Iwak patin lawas tarandam
Lalu disanga di minyak sanggar
Radin pangantin tulak madam
Lalawasannya jadi saudagar

Kain satatak di atas mija
Jumput jarum mangambit bantal
Babini anak putri raja
Mambawa kapal nang paling ganal

Kaut galapung baulah bingka
Wadai satu baras lakatan
Bulik kampung jadi durhaka
Kada mangaku lawan kuitan

Wadai kalalapun andak di wadah
Kakicak bakapur manis hintinya
Diang Ingsun lalu manyumpah
Datang guntur lawan patirnya

Wadai cincin si wadai cucur
Buah kanas jadi alua
Kapal Radin balalu hancur
Jadi batu nitu asalnya

Sekilas Mengenal Teater Tradisional Kalsel “Mamanda”

Sekilas Mengenal Teater Tradisional Kalsel “Mamanda”

Oleh : Arsyad Indradi

Salah satu teater tradisional Kalsel yang masih bisa bertahan hidupnya adalah Mamanda. Mengapa demikian? Sebab cerita dari Mamanda memang mengasyikkan tak kalah dengan cerita sinetron atau film. Walau pun tokoh-tokoh dalam Mamanda “baku” namun dapat ditambah tokoh-tokoh lain dengan cerita yang lain, artinya cerita mamanda dapat diciptakan sesuai dengan perkembangan jaman. Apa lagi durasi pertunjukkan mamanda jang semula semalam suntuk sekarang disesuaikan dengan permintaan, maksudnya bisa durasinya 3 jam atau 5 jam. Istemewanyanya Mamanda, bisa dimainkan dengan sebuah naskah yang utuh seperti terater modern atau hanya dengan mengatur cerita seperti garis besar cerita, babakan dan plot, sedangkan dialog dikenal dengan istilah impropisasi. Pemain-pemain Mamanda memang dikenal keahliannya berimpropisasi. Tokoh-tokoh mamanda yang baku itu adalah Raja, Mangkubumi, Wazir, Perdana Menteri, Panglima Perang, Harapan Pertama, Harapan kedua, Khadam, Permaisuri, Anak Raja (bisa putri atau Pangeran). Tokoh-tokoh lain sesuai cerita misalnya Raja dari Negeri lain, Anak Muda, Perampok, Jin, Belanda, atau nama dari daerah lain (Jawa, Cina, Batak, Madura atau lainnya). Seperti juga di teater modern, sebelum pertunjukkan dimulai akan dibacakan sinopsisnya, di mamanda dipaparkan lewat Baladon. Baladon adalah tutur cerita dengan dibawakan berlagu dan gerak tari. Cerita mamanda bisa berkolaburasi dengan seni tari atau musik. Yakni setelah kerajaan selesai bersidang maka akan ditampilkan pertunjukkan tari dengan maksud menghibur raja dengan segenap aparat kerajaan atau ketika kerajaan menang perang diadakan pertunjukkan hiburan tari atau musik panting.

Asal mula Mamanda adalah Badamuluk ketika rombongan bangsawan Malaka (Abdoel Moeloek atau Indra Bangsawan, 1897 M) yang dipimpin oleh Encik Ibrahim dan isterinya Cik Hawa, menetap di Tanah Banjar beberapa bulan mengadakan pertunjukkan. Teater ini begitu cepat populer di tengah masyarakat Banjar. Setelah beradaptasi, teater ini melahirkan sebuah teater baru bernama “Mamanda”. Mamanda mempunyai pengertian “sapaan” kepada orang yang dihormati dalam sistem kekerabatan atau kekjluargaan.

Mamanda mempunyai dua aliran. Pertama: Aliran Batang Banyu. Yang hidup di pesisir sungai daerah Hulu Sungai yaitu di Margasari. Sering juga disebut Mamanda Periuk. Kedua: Aliran Tubau bermula tahun 1937 M. Aliran ini hidup di daerah Tubau Rantau. Sering dipentaskan di daerah daratan. Aliran ini disebut juga Mamanda Batubau. Aliran ini yang berkembang di Tanah Banjar.

Pertunjukkan Mamanda mempunyai nilai budaya Yaitu pertunjukkan Mamanda disamping merupakan sebagai media hiburan juga berfungsi sebagai media pendidikan bagi masyarakat Banjar. Cerita yang disajikan baik tentang sejarah kehidupan, contoh toladan yang baik, kritik sosial atau sindiran yang bersifat membangun, demokratis, dan nilai-nilai budaya masyarakat Banjar.

Bermula, Mamanda mempunyai pengiring musik yaitu orkes melayu dengan mendendangkan lagu-lagu berirama melayu, sekarang beralih dengan iringan musik panting dengan mendendangkan Lagu Dua Harapan, Lagu Dua Raja, Lagu Tarima Kasih, Lagu Baladon, Lagu Mambujuk, Lagu Tirik, Lagu Japin, Lagu Gandut, Lagu Mandung-Mandng, dan Lagu Nasib. ********

Sumber: http://teatermamanda.blogspot.com/2008/10/sekilas-mengenal-teater-tradisional.html

Seni Tradisional Banjar

Seni Tradisional Banjar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Seni Tradisional Banjar)

Seni Tradisional Banjar :
1 Seni Tradisional Banjar Tak Berbasis Sastra
1.1 Seni Tari
1.2 Seni Karawitan
1.2.1 Gamelan Banjar
1.3 Lagu Daerah
1.4 Seni Rupa Dwimatra
1.4.1 Seni Anyaman
1.4.2 Seni Lukisan Kaca
1.4.3 Seni Tatah/Ukir
1.4.4 Pencak Silat Kuntau Banjar
1.5 Seni Rupa Trimatra (Rumah Adat)
1.6 Jukung Banjar
1.7 Wayang Banjar
1.8 Mamanda
1.9 Tradisi Bananagaan
2 Seni Tradisonal Banjar Berbasis Sastra (Folklor Banjar)
2.1 Lamut
2.2 Madihin
2.2.1 Etimologi dan definisi
2.2.2 Bentuk fisik
2.2.3 Status Sosial dan Sistim Mata Pencaharian Pamadihinan
2.2.4 Keberadaan Madihin di Luar Daerah Kalsel
2.2.5 Datu Madihin, Pulung Madihin, dan Aruh Madihin
2.3 Peribahasa Banjar Berbentuk Puisi
2.3.1 Etimologi dan Definisi
2.3.2 Simpulan
2.4 Peribahasa Banjar Berbentuk Kalimat
2.5 Pantun Banjar
2.5.1 Etimologi, Definisi, dan Bentuk Fisik
2.5.2 Fungsi Sosial Pantun Banjar
2.5.3 Status Sosial Pamantunan
2.5.4 Datu Pantun, Pulung Pantun, dan Aruh Pantun
2.5.5 Pantun Banjar Masa Kini : Bernasib Buruk
2.6 Syair Banjar

Seni Tradisional Banjar Tak Berbasis Sastra
Suku Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, walaupun pengembangannya belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni budaya.

Seni Tari
Seni Tari suku Banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (kraton), dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Seni tari kraton ditandai dengan nama “Baksa” yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan. Baca lebih lanjut