KESAH DATU ALA

“KESAH DATU ALA”
Oleh: Tumanggung Sandipa Batangga Amas
(Admin FB: BUBUHAN KULAAN URANG ALAI BORNEO)
purnama_bjm@plasa.com

Zaman dahulu kala di Alabio (HSU) pernah hidup dua suami istri. Mereka disebut orang Banjar tamanang (tidak punya anak). Yang suami bernama Ala, pekerjaan beliau ini adalah seorang tabib. Yang isteri bernama Diyang. Sang isteri ini sangat setia membantu sang suami menyediakan ramuan-ramuan dan alat-alat yang digunakan sang suami untuk menyembuhkan orang sakit.

Mereka berdua ini memiliki peliharaan dua ekor burung beo (burung tiung). Dua ekor burung tersebut, kalau Datu Ala lagi menyembuhkan orang, burung beo tersebut selalu memberi tanda: apakah penyakit orang tersebut mampu atau tidak untuk disembuhkan, apakah panyakit orang tersebut mudah atau susah untuk disembuhkan, atau apakah penyakit orang itu lantaran bakteri, virus, kuman, atau lantaran gangguan makhluk gaib. Baca lebih lanjut