Sekadar Rasa

Sekadar Rasa

Ahh!
Apa yang bisa kau harapkan dari sebentuk hati yang penuh kesalahan ini. Sementara, waktu hanyalah sederetan peristiwa yang terekam, mengendap, sebentar kemudian menguap menghantarkan padatnya asap rokok ini ke udara lamunanku
Atau mungkin,
kau berharap kebijaksanaan lahir dari tiap kesalahan yang terjadi.
Entahlah!

Tidak, ini cuma sekadar perasaan seorang buta
ketika meraba-raba dinding tajmahal yang gemerlap
saat hujan menerpa.
Hanya tempat berteduh
Ya, hanya tempat berteduh
seperti di rumahrumah biasa
Bahkan,
tak ada beda antara tajmahal dengan gubuk-gubuk
kumuh di pinggir sungai ini.

Kelua, 02022010

Iklan

Memijar dalam Titik Sepi

Memijar dalam Titik Sepi

Aku telah bosan
Hanya merayap-rayap di dinding kamarmu
Seperti cecak, memburu senyum dari sudut ke sudut
Dinding batu dingin beku

Aku lelaki dalam titik sulit
Selalu terlena oleh dongeng cinta
Memilih beku, bukan batu
Ini bukan repertoar Shakespeare
– terlalu indah, dramatis, tapi mungkin –

Mari menari bersama. Kita rayakan dengan arak-arak
yang kupesan langsung dari sorga,
kita setubuhi malam ini dengan hayal
kita luruhkan segala dengan dengus gemuruh
mari kita memijar dalam titik sepi, sembari menjilati
bibir malam yang tak kunjung subuh

ludah-ludahku berhamburan mengucap namamu,
rinduku semakin parau menghitung butiran tasbih
tak sua makna senyummu yang kosong
sumpah serapah mulai berloncatan tak tentu arah
semua muncrat berbaur dengan aroma rokok yang tinggal separuh.

Seekor cecak terus memperhatikan di dinding kamar
dalam titik sulit

Bjm, 140204

Hanya Ingin Membuat Sungai

Hanya Ingin Membuat Sungai

Mungkin sudah ribuan sajak lahir di sini,
Atau sudah ratusan penyair yang telah memprasastikannya,
Mengoyak-ngoyak rimbunan hutan dan mata air yang tak pernah kering. Memanjakan bayang-bayang pucuk pinus yang terus saja melambai dan beberapa anak elang yang berloncatan menuju angkasa
Aku hanya mengajakmu menuruni lembah rindu,
Sambil membuat sungai-sungai untuk mencari makna puisi yang hilang dengan meliuk-liuk menuju danau sepi: di mana tak ada dusta yang perlu didebatkan

Tapi senyummu! lebih suka berkubang di rawa-rawa pengap
Sambil bersenandung mendengungkan syair keruh dengan dengus bugil. Kau berusaha memecahkan batu yang tak pernah tahu arti indah gemericik. Sesekali kau menari telanjang meliuk-liuk di atas altar sambil mereguk air dari gelas-gelas penuh jelaga.

“Percayalah! Aku hanya ingin mengajakmu membuat sungai”

kau tak pernah berhenti menari, mencari
menanti dekapan tangan-tangan renta untuk memburu angkasa
sambil menikmati betapa indahnya pemandangan dari atas awan

“baiklah, kita berhenti di sini”

Mandiangin, 100109

Terperangkap dalam Durasi

Terperangkap dalam Durasi

Kita tak bisa ke mana-mana
Metamorposis hanya untuk anak cucu kita
Langkah kita punya batas tak bebas
Jagung dapat kita perkirakan umurnya

Bahwa,
Semuanya melebur dalam harmeniutika durasi
Lingkaran yang selalu siklus dan kembali
Ada yang terlupa kita baca, bahwa
Kenyataan adalah titik sepi dari segala bentuk usaha
Semua jenuh. Dan akhirnya berubah menjadi gundukan-gundukan sunyi. Baca lebih lanjut

Kita Masih Saja Berdiri di Situ

Kita Masih Saja Berdiri di Situ

Kita masih saja berdiri di situ
Terpaku pada waktu yang tak pernah memahami makna cinta

Segala, mungkin mimpi
Tak mampu membalut rindu
Di kesenyapan dinding waktu yang semakin penuh jelaga
Atau, sesumbar definisi kosong
Yang kupetik lewat dawai-dawai pesimis
Sekedar mencari substansi kebersamaan

(Kau malah mengajakku terbang mengitari
Pinus-pinus tua. Tapi, aku tak punya sayap seperti
capung atau elang)

Kita masih saja berdiri di situ
Terpana pada warna musim yang tak kunjung semi
Hanya untuk meraba sebuah janji yang tak pernah terucap

Kecuali, cobalah kau pahami!
Sebagian bentuk yang sirna: air mata
Kelak akan mendewasakanmu
Dan menyadari bahwa rindu telah memaksaku berloncatan
Meski harus menjadi kodok di kakimu

Aku masih saja berdiri di situ

Berteriak-teriak menggaungkan namamu dengan elegi yang masih tersisa: di antara kayu-kayu ulin yang terus saja beterbangan.

Banjarmasin, 010104