Daftar Kata Archais Bahasa Banjar dalam Hikayat Banjar J.J. Ras (1968)

Hikayat Banjar, JJ Ras, 1968

Daftar Kata Archais Bahasa Banjar dalam Hikayat Banjar J.J. Ras (1968)

1.keci hal 228

2.salup hal 228

3.konting hal 228

4.pancalang hal 228, 234

5.galiung hal 228, 248, 292

6.tarparimanai hal 228

7.parimata (permata) hal 228, 272

8.diparsalinnya hal 228, 240, 242, 254, 256, 258, 260, 266

9.distarnya hal 228

10.polam hal 228, 254

Baca lebih lanjut

PERJUMPAAN ISLAM TRADISI DAN DAYAK BAKUMPAI

PERJUMPAAN ISLAM TRADISI DAN DAYAK BAKUMPAI

Sebuah Makalah yang dipaparkan oleh:
Ahmad Syadzali, Staff Pengajar jurusan Teologi dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin, IAIN Antasari Banjarmasin. Dipresentasikan dalam annual conference Kajian Islam di Lembang, Bandung, tanggal 26-30 Nopember 2006

Untuk orisinal website, Klik di Sini

Pendahuluan
Discourse tentang Islam dan Dayak secara umum sangat jarang tersentuh oleh para peneliti lokal, nasional ataupun para peneliti asing. Minimnya penelitian atau mungkin justru ketiadaan penelitian telah memberikan andil dalam mengekalkan asumsi tentang Dayak, yang umumnya selalu diidentikkan dengan tradisi pagan ataupun Kristen.

Menyikapi fenomena di atas, perlulah kiranya menguji asumsi tersebut, apakah asumsi di atas masih layak atau tidak ketika digunakan untuk melihat identitas etnik Dayak. Pengujian atas asumsi ini bermanfaat untuk mengklarifikasi atau menjernihkan pemahaman umum tentang Dayak dalam konteks lintas agama maupun lintas budaya. Kiranya dalam konteks ini memang diperlukan adanya redifinisi tentang Dayak yang bebas dari hegemoni definisi yang berbau kolonial, atau jika mungkin kata Dayak itu sendiri perlu ditinggalkan karena ia bukan merupakan simbol identitas yang berakar dari keseluruhan kelompok etnik di Kalimantan. Sebuah kecelakaan sejarah memang, ketika istilah ini terlanjur diterima sebagai representasi identitas.

Berawal dari carut marut terbelahnya identitas inilah, Dayak Islam perlu diperbincangkan sebagai sebuah bagian yang integral dengan ke-Dayakan itu sendiri. Mungkin salah satu yang mewakili perbincangan dari Dayak Islam ini adalah Islam Bakumpai. Baca lebih lanjut

Undang-Undang Sultan Adam (Versi Bahasa Belanda)

SERIE L.
B OR N E O

No. 18

OENDANG OENDANG SOELTAN ADAM (1835)

Van list in 1881 door A.M. Joekes reeds gepubliceede vorsieuedist van Sultan Adam van Bandjarmasin ontring demmissie voor het adatroelit een dear het gewestelijk bestuur gezonden afschrift. Hieronder volgt de teksi, doeh vargezeld van de vertaling van Joekes, dians aanteekeningen, en diens toeliahting, alie te vinden in Indische Gids 1881, II, bls. 119 – 186. De volgondo van de genoemde gegevens is hierender zoo ingericht als voor de gebruikers liet geriefelijkst sehijnt te zullen zijn. De spelling van liet Maleisch is in over eenstemming gobracht met de officieel gevolgde spelling-Van Opliuijsea; ontzien, — De noten zijn van de commissie voor het adatreclit.

I. Tekst en vertaling van het adiet

In het jaar 1251 op Deaderdag den vijftienden dag van de maandal’ anoharam, ‘s morgens te negen ure, heb ik Sultam Adam deze verordening uitgegeven voor al mijne onderdanen opdat hun godsdienst en opdat tussehen hen niet veelvuldige geschillen mogen bestaan – zoomede dat het den reehter gemakkelijk moge worden recht over hen te spreken.
Ik hoop zeer dat al hunne verhondingen door deze mjne verordening geregeld (goed) mogen worden.
Deze verordening bevat de volgende artikelen. Baca lebih lanjut