Mitos-Mitos dalam Hikayat Banjar


Kajian mitos sebenarnya telah sangat berkembang di dunia Barat. Malangnya, hal semacam ini tidak terlihat jejaknya dalam dunia ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya dalam bidang humaniora. Jika pun ada, analisis mitos atau sastra lisan yang dilakukan pada umumnya masih terbatas pada usaha mencari nilai-nilai luhur di dalamnya. Nilai-nilai luhur ini dianggap sesuatu yang sakral, sebagai “pusaka” warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan dan diaktualisasikan atau dicari relevansinya dengan kehidupan masa kini.

Pengertian mitos disamakan dengan mitologis yang bermakna sifat cerita yang berupa mite. Mite adalah cerita yang dikenal di kalangan masyarakat di daerah tempat asal atau tempat persebaran cerita dengan tokoh-tokoh yang dianggap keramat. Kisah-kisah tokoh yang terkandung dalam mite itu dianggap masyarakat pendukungnya terjadi pada masa purba dan dalam lingkungan alam lain, sedangkan pengaruh daya kekeramatannya dianggap penting dalam kehidupan masyarakat.

Ada beberapa hal menarik setelah saya membaca Hikayat Banjar, yaitu ditemukannya beberapa macam mitos yang sampai saat ini sebagian orang masih mempercayainya. Mitos di sini saya klasifikasikan menjadi 10 macam.

  1. mitos kepercayaan muncul ketika Ampu Jatmaka dan pengikutnya sangat mempercayai dan menyembah berhala cendana dan gangsa, Sultan Hidayatullah beristri tiga dan bergundik empat puluh untuk menjalankan poligami dalam Islam, Marhum Panambahan beristri Ratu Agung dan bergundik orang Jawa, Pangeran Dipati Tuha  beristri Nyai Mas Tarah dan Gusti Timbuk serta dua orang gundik, Pangeran Dipati Anom Beristri Gusti Barap dan bergundik lima orang, Pangeran Dipati Anta Kasuma beristri Nyai Tapu dan Andin Juluk Serta seorang gundik.
  2. mitos prosesi pemunculan dan meninggalnya si tokoh secara gaib dan ajaib seperti mitos munculnya Putri Junjung Buih dari dalam buih, mitos lahirnya Raden Putra dari hasil pertapaan raja Majapahit di puncak gunung Majapahit, yaitu anak yang dibawa malaikat keluar dari matahari, mitos munculnya Pangeran Suryanata setelah tiga hari tiga malam terjun ke air melepaskan belitan naga putih laki istri, gaibnya Maharaja Suryanata dan Putri Junjung Buih, gaibnya Maharaja Suryaganggawangsa dan Putri Huripan, Pangeran Suryawangsa dan Putri Kalarang, gaibnya Carang Lalean, gaibnya Putri Kalungsu dan Lambu Mangkurat di Nagara Dipa dan gaibnya Maharaja Sari Kaburungan di Nagara Daha, gaibnya Raden Mambang (Pangeran Jayadewa).
  3. mitos firasat atau pertanda muncul ketika Bangbang Sukmaraga dan Bangbang Patmaraga memberi tanda jika kematian akan dekat dan Bangbang Sukmaraga mengatakan jika daun melati yang ditanamnya gugur maka itu pertanda bahwa mereka telah dibunuh oleh pamannya, Patih Aria Taranggana mengetahui maksud jahat Pangeran Tumanggung yang ingin membunuh Raden Samudera.
  4. mitos kesaktian, terlihat pada Aria Magatsari dan seribu tentaranya serta Tumanggung Tatah Jiwa dan seribu tentaranya tidak satupun yang mati ketika menaklukkan daerah di sekitar Negara Dipa, kemampuan penglihatan Raden Putra yang mampu melihat naga putih laki istri yang membelit membelit dihaluan, Lambu Mangkurat yang menebas lengan kirinya tapi tiada luruh bulu sehelai pun untuk menjemput Putri Aria Malingkun, Dayang Diparaja, mitos Raden Bali tiada pernah luka dan rambutnya digunting tiada putus. Mitos Raden Mambang yang mempunyai kesaktian empat, lima hari tinggal di rumah, dan empat,lima hingga sepuluh hari tinggal di udara.Dalam penyerangan Rangga Kasuma dan suku Biaju membunuh anak dan kemenakan Kyai di Podok, anak buah suku Biaju yang tewas sebanyak seratus orang sedangkan Panataunya (panglima perangnya) tiada yang tewas. Mitos kesaktian Raden Rangga Kasuma yang kebal senjata tajam ditusuk tiga kali tetapi tidak mempan oleh Wirayuda. Adanya mitos Nanang Bahar yang mempunyai kesaktian melemparkan halayung hingga mengenai kapal Belanda sendirian. Adanya mitos kesaktian Kyai Wiramanggala untuk menghancurkan segala kapal Belanda. Adanya mitos kesaktian Kyai Martasura yang mampu mengalahkan keempat kapal Belanda sendirian. Lalu mitos kesaktian Marhum Panambahan sendiri yang mendatangi Belanda seorang diri dengan membuat talutuk dari tebing ulin yang membuat Belanda lari tidak berani.
  5. mitos takhayul atau mengada-ada, yaitu ketika Lambu Mangkurat datang ke Majapahit membuat takut raja Majapahit dan Patih Gajah Mada, raja Majapahit pun takut dan takluk kepada maharaja Suryanata. Bayi dalam kandungan Dayang Diparaja, istri Lambu Mangkurat yang dapat berbicara agar membedah higa kiri ibunya agar bisa keluar. Bayi yang keluar setelah dibedah itu sudah lengkap dengan perhiasan bernama Putri Huripan. Putri Huripan tidak mau menyusu air susu ibu tapi malah suka minum susu kerbau putih. Adanya mahkota yang gugur dari udara itu tidak sesuai digunakan oleh Pangeran Mangkubumi, Pangeran Tumanggung dan Pangeran Bagalung. Adanya raja Tunggul Amatung yang memerintah Majapahit dengan mangkubuminya Patih Gajah Mada, adanya Dipati Hangrok yang jadi raja Majapahit dengan Mangkubuminya Patih Maudara. Mitos asal mula maling di Martapura yang dilakukan orang Sukadana, adanya mitos bayi yang membawa celaka seperti anggapan Raja Bali terhadap anak laki-lakinya karena ketika dilahirkan, ibunya meninggal hingga pada saat dirawat oleh tujuh orang bidan. Tujuh orang bidan yang merawatnya, mati seperti dipukul orang kepalanya. Adanya bayi, anak Raja Bali yang lebih senang minum air santan dari air susu ibu.
  6. mitos penamaan sesuatu benda atau daerah seperti sepah penginangan Aria Malingkun dan sepah penginangan istrinya yang jadi tumbuhan jariangau dan pirawas, anak kayu jingah tempat meugar tatunggul Wulung Wanara Putih dan Nagara Daha menjadi Nagara hingga sekarang, adanya pemberian nama tempat Ampelgading, adanya mitos asal mula negeri Martapura yang dilindungi Allah dan semua musuh yang menyerang akan binasa, adanya mitos Luhuk bading sanak di batang Tabalong tempat Lambu Mangkurat membunuh kedua kemenakannya, adanya penamaan  intan bernama si Giwang dan si Misim, adanya penamaan Pangeran di Darat karena ia tinggal di darat pada istana, adanya penamaan daerah Sukamara.
  7. mitos larangan atau pantangan bertanam sesuatu dan menentang tradisi terlihat dari larangan menanam merica (lada) karena bisa mendatangkan bencana, larangan memakai pakaian dan adat negeri lain kecuali memakai pakaian dan adat negeri Jawa–Majapahit. Hal ini terjadi sejak zaman Ampu Jatmaka Maharaja di Candi sampai Sultan Suryanullah (Raden Samudera), larangan Maharaja Sukarama agar ketiga anaknya jangan menjadi raja, larangan berzina (kasus si Saban dan si Harum), larangan bunuh diri seperti yang terjadi pada Ampu Mandastana dan istrinya, serta Arya Malingkun dan istrinya. Larangan membunuh seperti Lambu Mangkurat membunuh  Bangbang Sukmaraga dan Bangbang Patmaraga, si Saban membunuh Maharaja Mangkubumi, Pangeran Tumanggung membunuh  si Saban, mitos larangan mencuri muncul ketika ada cerita orang sukadana mencuri  di Martapura tetapi dapat ditumpas oleh orang Martapura, larangan bunuh membunuh ketika Raden Kasuma Nagara dibunuh si Randah. Si randah kemudian dibunuh oleh Kyai Tanuraksa (Kyai Tumanggung Raksanagara), Raja Makasar menyumpah sukunya agar jangan berbuat aniaya terhadap Banjar karena akan mendapatkan kebinasaan dari Allah, larangan Marhum Panambahan kepada Raja Sambas untuk membayar upeti kecuali kalau diminta, larangan bagi orang untuk menyerang Banjar karena ia akan dibinasakan oleh Allah, contohnya Pangeran Martasari yang meninggal sebelum maksudnya tercapai untuk menyerang Ratu Agung di Banjar.
  8. mitos pengobatan (keperawatan ) dalam Hikayat Banjar ini terdapat mitos melakukan pembedahan yang dilakukan Lambu Mangkurat pada istrinya Dayang Diparaja untuk mengeluarkan Putri Huripan.
  9. mitos perumpamaan atau perwujudan terlihat pada Putri Junjung Buih, Maharaja Suryanata, Ki Mas Lalana (si Sakar Sungsang), Raden Samudera.
  10. mitos tradisi yang berupa terjadinya kasus pemenggalan kepala oleh orang Biaju terhadap anak dan kemenakan Kyai di Podok. 

13 thoughts on “Mitos-Mitos dalam Hikayat Banjar

    • nah sip ne ada guru sejarah masuk, mun kawa coy ae ajarkan lawan kakanakan. unduh ja filenya, tntang nagara dipa dan kelanjutannya. Jangan melulu kesah luar nang masuk ke sekolah. Rasanya di sekolah, sejarah banjar hanya berkisar seputar 2 atau 3 paragraf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s