BANTUS (Cerita Rakyat Bakumpai)

BANTUS
Cerita Rakyat Bakumpai

Kesah Bantus tuh kesah asal bi jaman batuh baneh, kesah uluh batuh ji paling hambalar, araie Bantus. Bantus hapanbelun dengan Umae ji jadi bakas kiya. Uluh ji kalebu hatawan ji aran Bantus te punae hambalar, gawiaie jida beken menter-menter balawu kuman batiruh.

Buhen pada ije andau parahatan Bantus menter sambil mamahera iye tangkejet hiau ada ji mangahau araie. Bantus munduk mangilau suara te dumah bi kueh. Tuh situh Bantus yaku mangahau ikau.

Bantus maningau kan lalungkang ji jida kejau pada ukan Bantus menter, si baun lalungkang te puna ada ji batang jambu, bidan bijambu te ada ji kungan burung darakuku. Bantus, sipet yaku Bantus auh burung jite. Limbah Bantus hatawan burung jite ji mangahau iye tenah Bantus hampuli menter hindai, kuler tumbah Bantus. Sipet yaku Bantus auh burung te hindai. Hamperepere burung te mangahau, kamuyakan maka kiya Bantus. Lalu inyipete burung jite tanggar lalu burung te manjatu kan petak. Bantus handak hampuli menter tapi burung te mangahau iye.

Impung yaku Bantus, auhe. Hamparere hindai burung te mangahau ahire maku kiya Bantus muhun kan petak mainpung burung darakuku ji buah sipet te. Lalu iandake si rahan luar handak ilihie, Bantus handak tane kan huang manangkuli menter. Tapi burung te mangahau dengan Bantus. Irek yaku Bantus, lalu belum apui inapui yaku Bantus, auhe.

Peda ingahau tarus ahire maku kiya Bantus. Ringkas kesah mansak pupuian maura-ura mawi kacar iweh Bantus. Baca lebih lanjut

Iklan

MELACAK ARSITEKTUR KERATON BANJAR

MELACAK ARSITEKTUR KERATON BANJAR
Bani Noor Muchamad dan Naimatul Aufa
Staff Pengajar Jurusan Arsitektur FT-Universitas Lambung Mangkurat
e-mail: archi_kal@yahoo.com

Gunadi Kasnowihardjo
Kepala Balai Arkeologi Banjarmasin

ABSTRAK
Sebagai kerajaan yang besar, Kerajaan Banjar tentunya memiliki peninggalan arsitektural. Sangat disayangkan hingga saat ini tidak ditemukan serta diketahui dimana lokasi Keraton Banjar dan bagaimana bentuk arsitekturalnya. Sehubungan dengan hal itulah penelitian ini dilaksanakan, dan melalui kolaborasi antara sejarah, arkeologi dan arsitektur, diharapkan dapat menguak tabir yang selama ini belum ada yang mengangkat dan membicarakannya. Diakibatkan minimnya tinggalan arkeologis, upaya melacak arsitektur Keraton Banjar sangat sulit dilaksanakan. Walaupun demikian, upaya masih dapat dilaksanakan melalui berbagai sumber, yaitu; sumber sejarah Kerajaan Negara Daha, sumber sejarah Kotawaringin, sumber sejarah Kerajaan Banjar, dan sumber dari relief candi masa kerajaan Majapahit. Berdasar pendekatan tersebut diperoleh sketsa (bersifat spekulatif) bentuk arsitektural Kraton Banjar.

Kata kunci: kerajaan banjar, keraton banjar, tinggalan arkeologis.

ABSTRACT
As a big kingdom in the era, Kingdom of Banjar of course had its own heritage in architecture. Unfortunately, the exact location of Keraton Banjar has never been found as well as its form. Therefore, through collaboration among local experts in history, archaeology, and architecture it is expected that the research could reveal the whereabouts.Due to limited artifacts, the effort to trace the real Banjarese architecture is almost impossible. However, many other sources such as history of Daha Kingdom, Kotawaringin, and relief on temples from Majapahit era are believed would be useful in order to find this architecture. Based on the approach a speculative sketch has been produced and considered the most possible Banjarese architecture ever.

Keywords: kingdom of banjar, keraton banjar, artifacts.

Silakan DOWNLOAD untuk membaca hasil penelitiannya

BATURAI PANTUN MALAM SANAYAN, 19 Juni 2011

BATURAI PANTUN MALAM SANAYAN, 19 Juni 2011
Diarsipkan Oleh: Pambakal Banua Hujung Tanah (BHT-01)

STATUS: (BHT-04-Tuan Muda Busu Wahyu)
Salam hangat haja nah barataan! Bapapantunankah kita pulang nah?

ASAM KUINI BUAH RAMBUTAN
BUAH MANGGIS IWAK SALUANG
ULUN KADA WANI WAN TAKUTAN
PIAN NANG MANIS DI AMBIL URANG

[Pambakal-BHT-01]:
Nyaman-nyaman iwak saluang
Dipatuk burung tarbang ka awan
Mun pian kada handak diambil urang
Lakasi badatang larangi jujuran

Fendinata Arya: Suasananya kampung banar nah, lanjutakan za, ulun umpat mandangarakan za!

[John Kenedy Bucek-BHT/02]:
Umpani banjur wan iwak saluang
mambajurnya di di palataran
dimapa akal handak lakas badatang
ulun masih pangangguran

Mayzatul Akmam:
Umpani banjur wan iwak saluang
Banjur dimakan iwak haruan
Amun handak lakas badatang
Minta ae duit awan kawitan Baca lebih lanjut

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu

Pada zaman dahulu kala di kampung Melanti, Hulu Dusun, berdiamlah sepasang suami istri yakni Petinggi Hulu Dusun dan istrinya yang bernama Babu Jaruma. Usia mereka sudah cukup lanjut dan mereka belum juga mendapatkan keturunan. Mereka selalu memohon kepada Dewata agar dikaruniai seorang anak sebagai penerus keturunannya.

Suatu hari, keadaan alam menjadi sangat buruk. Hujan turun dengan sangat lebat selama tujuh hari tujuh malam. Petir menyambar silih berganti diiringi gemuruh guntur dan tiupan angin yang cukup kencang. Tak seorang pun penduduk Hulu Dusun yang berani keluar rumah, termasuk Petinggi Hulu Dusun dan istrinya. Baca lebih lanjut

Dari Negeri Sambang Lihum ke Banua Hujung Tanah

PEMBERITAHUAN

Logo Banua Hujung Tanah Page

Kakawanan yang biasanya bergabung di halaman Negeri Sambang Lihum, sekarang halaman tersebut sudah ditutup. Sebagai gantinya dibuatlah halaman baru Banua Hujung Tanah, yang lebih melebarkan visi misinya untuk mengenalkan Sastra, Budaya, Adat, dan Bahasa Banjar kepada dunia.

Mohon dukungan kakawanan untuk me-LIKE halamannya BANUA HUJUNG TANAH

Terimakasih

Pambakal Sambang Lihum

Naik Manau (Memanjat Rotan)

Kesenian Naik Manau

Naik Manau merupakan keterampilan yang dimiliki Suku Dayak pedalaman Kalimantan Selatan yaitu menaiki sejenis rotan yang ukurannya cukup besar memiliki banyak duri yang sangat tajam yang disebut Rotan Manau.

Sumber: Hymunk Kaskus Maniac

Tari Tandik Balian (Balian Bulat)

Tari Tandik Balian

Suku Dayak Warukin (Tabalong-Kalsel) merupakan salah satu subsuku Dayak Maanyan yang memiliki upacara balian bulat. Tradisi balian ini dibuat menjadi sebuah atraksi kesenian yang disebut Tari Tandik Balian.

Sekilas Tentang Dayak Warukin

Orang Dayak Warukin adalah suku Maanyan yang terdapat di desa Warukin dan desa Haus, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Pemukiman Dayak Warukin terdapat dalam daerah kantong/enclave yang disekitarnya adalah daerah pemukiman suku Banjar. Hal ini bisa terjadi karena dahulu kala daerah di sekitar lembah sungai Tabalong pada umumnya adalah wilayah tradisonal suku Manyaan, tetapi akhirnya mereka terdesak oleh perkembangan Kerajaan Negara Dipa yang menjadi cikal bakal suku Banjar. Selanjutnya suku Maanyan terkonsentrasi di sebelah barat yaitu di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Dan sebagian terdapat di sebelah timur yaitu di Kabupaten Kota baru yang disebut Dayak Samihim.

Dayak Warukin di desa Warukin, Kecamatan Tanta, Tabalong merupakan bagian dari Maanyan Benua Lima. Maanyan Benua Lima merupakan subetnis Maanyan yang terdapat di kecamatan Benua Lima, Barito Timur. Nama asalnya Maanyan Paju Lima. Istilah “benua” berasal dari Bahasa Melayu Banjar.

Upacara adat rukun kematian Kaharingan pada Dayak Warukin disebut mambatur. Istilah ini pada subetnis Maanyan Benua Lima pada umumnya disebut marabia.

Sumber:
1. Hymunk Kaskus Maniac
2. Wikipedia