Suku Banjar

Suku Banjar

Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Suku bangsa Banjar adalah suku bangsa yang menempati sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Tengah terutama kawasan dataran dan bagian hilir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah tersebut. Suku bangsa Banjar berasal dari daerah Banjar yaitu wilayah inti dari Kesultanan Banjar meliputi DAS Barito bagian hilir, DAS Bahan (Negara), DAS Martapura dan DAS Tabanio. Kesultanan Banjar sebelumnya meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian terpecah di sebelah barat menjadi kerajaan Kotawaringin yang dipimpin Pangeran Dipati Anta Kasuma dan di sebelah timur menjadi kerajaan Tanah Bumbu yang dipimpin Pangeran Dipati Tuha yang berkembang menjadi beberapa daerah : Sabamban, Pegatan, Koensan, Poelau Laoet, Batoe Litjin, Cangtoeng, Bangkalaan, Sampanahan, Manoenggoel, dan Tjingal. Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur merupakan tanah rantau primer, selanjutnya dengan budaya madam, orang Banjar merantau hingga ke luar pulau.

Menurut Alfani Daud (1997), suku bangsa Banjar adalah suku asli sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, kecuali di Kabupaten Kota Baru.

Jumlah populasi: kurang lebih 4,5 juta.
Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Kalimantan Selatan:2.271.586(2000).
Kalimantan Tengah:435.758(2000).
Kalimantan Timur:340.381(2000).
Kalimantan Barat:24.117(2000).
Riau (Indragiri Hilir):179.380(2000).
Sumatera Utara: 111.886(2000).
Jambi:83.458(2000).
Jakarta:7.977(2000).
Malaysia: 1.238.000.
Bahasa: Banjar, Indonesia, Melayu, dan lain-lain.
Agama: Islam
Kelompok etnis terdekat: Melayu, Kutai, Jawa, Dayak (Bukit, Bakumpai, Ngaju, Maanyan, Lawangan) Baca lebih lanjut