Terperangkap dalam Durasi


Terperangkap dalam Durasi

Kita tak bisa ke mana-mana
Metamorposis hanya untuk anak cucu kita
Langkah kita punya batas tak bebas
Jagung dapat kita perkirakan umurnya

Bahwa,
Semuanya melebur dalam harmeniutika durasi
Lingkaran yang selalu siklus dan kembali
Ada yang terlupa kita baca, bahwa
Kenyataan adalah titik sepi dari segala bentuk usaha
Semua jenuh. Dan akhirnya berubah menjadi gundukan-gundukan sunyi.

Logika tak pernah jauh dari untung-rugi
Ada batas yang tak perlu kita tembus sehingga tak hangus

Durasi singkat, bukanlah kosong
Durasi merupakan jembatan kita yang lupa membaca:
Gerak tarian ilalang, dengkuran gunung api dan liukan ular-ular
Hijau di pucuk kenanga.
Sama, adalah sesuatu yang mustahil
Tapi warna-warni bunga di taman adalah perbedaan yang menjadi indah

Kita tak bisa ke mana-mana
Semua berjalan teratur dan kita telah diatur, tapi
Kita punya tangan dan kaki untuk menunjukkan usaha
Hingga kita menyadari bahwa kenyataan harus kita syukuri
Sebagai anugerah terindah

Semua bergerak menuju suatu titik dan sepi kemudian melebur bersama-Nya

Kelua, 2 Januari 2004

Iklan

21 thoughts on “Terperangkap dalam Durasi

  1. BaH^^^JGn Di taKuNi soAL NiNtU–>aSa SOPan AQ manYamBat-aNu manG ai LuKahnya JaBuK dah Byak NanG PatahN biLahnya….HaraU kDada NanG tatanGkap^^^aD TataNgkap,, MaLay KaLambUay wara”^_^
    just kidding aJ Lech^_^wkwkwkwk

  2. dlm lubuk malam menggoyang jiwaku terperangah..
    mengembara di jalan2 wkt yg sudah terbatas..
    mengenangi langkah2 terlampaui di sudut kalbu..
    meniti kesingkatan masa2 dlm tafakurku..
    kemanakah ku mencari Mu..?
    di manakah wajah Mu..?
    ohh.. bodohnya diri yg ego..!
    Engkau tiada bertempat..
    Engkau tiada yg serupa..
    keinsananku begitu dhaif tuk menjamah ranah Mu..
    dan ternyata dgn Sir Keilahian Mu lah Engkau nyatakan eksestensi Mu..
    dlm rasa ku dan cinta Mu..
    dekat tak satu.. jauh tak bejarak..

  3. umpat balajar haja jua dangsanakai.. cocobaan meluahkan rasa yg kadang bergemuruh yg mencari tempat aktualisasi dr sebuah imajinasi.. walau hanya deretan kata yg minus makna tak bernyawa.. dlm kerancuan logika si pelantun..
    mun ampun andika makamam, sangat luar biasa.. sarat dgn makna filosofi yg begitu terarah.. mantaaaap dangsanakai..

  4. umaa dangsanak.. unda ni blm umpat di jejaring sosial FB. unda ni katuju mangalatau mancari info nang bamanfaat, tamasuk blog andika nang mantap ni..
    krn diri ku hanya insan yg mematung di sudut zaman.. mencari rasa ektase yg tak ku dpt di masa2 gaung idealisme di pertahankan.. yg tak ada guna tuk karya krn materialisme menjadi asas.. hingga ku misrerikan dlm kesenyapan malam di penjara keterbelakangan dan ketersisihan.. inilah sebuah konsekwensi..

    andika dangsanaku jua..
    salam..

  5. kada bataha dangsanakai.. unda katuju bakajal di blog andika ni gin karana andika tu dangsanak jua.. sadatu haja kita..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s