Sepenggal Kisah


Sepenggal Kisah
(Memoar Prajabatan 2009)

Kutahu masih ada yang tertinggal di sini,
Ya, di sini di dada ini.
Sepenggal kisah yang terus membuncah
menggetarkan rasa
melumat habis kepingan terdalam sudut hati

Kuceritakan padamu, kasih
saat kau tak bersamaku
cahaya bulan ke-17 Ramadhan membasuh kulit kami
pekatnya asap memenuhi rongga kami
menyeruak di antara jiwa-jiwa yang penat
mendiktekan cerita yang tak tergantikan
bahkan di belahan bumi manapun

Seandainya, kasih
Ada yang bertanya ke mana aku pergi?
Katakan pada mereka, “Aku sedang berjalan
bersama para raksasa yang pemberani,
dengan derap langkah perkasa,
dengan suara-suara membahana”.

Kuberitahukan padamu, kasih
Suara peluit adalah nada-nada cinta,
meski kami bukan anjing pelacak
Teriakan adalah petikan harpa,
meski kami bukan ternak sapi
meski di dada ini terasa ambigu
tapi, di sinilah pengabdian ini bermula

Kasih,
Kutahu masih ada yang tertinggal di sini,
di hati ini, sepenggal cerita
dan kami akan membuatnya prasasti

(Bapelkes Bjb, 09092009)

Iklan

2 thoughts on “Sepenggal Kisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s