Sekadar Rasa


Sekadar Rasa

Ahh!
Apa yang bisa kau harapkan dari sebentuk hati yang penuh kesalahan ini. Sementara, waktu hanyalah sederetan peristiwa yang terekam, mengendap, sebentar kemudian menguap menghantarkan padatnya asap rokok ini ke udara lamunanku
Atau mungkin,
kau berharap kebijaksanaan lahir dari tiap kesalahan yang terjadi.
Entahlah!

Tidak, ini cuma sekadar perasaan seorang buta
ketika meraba-raba dinding tajmahal yang gemerlap
saat hujan menerpa.
Hanya tempat berteduh
Ya, hanya tempat berteduh
seperti di rumahrumah biasa
Bahkan,
tak ada beda antara tajmahal dengan gubuk-gubuk
kumuh di pinggir sungai ini.

Kelua, 02022010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s