Menghikmati Matamu


Menghikmati Matamu

Menghikmati matamu, kubaca
sungai-sungai yang mengalir
membentuk dunia lain, tertutup

siluet kepedihan merayap-rayap
di senyummu – bagai ular
apa yang aku katakan, hanyalah
kertas-kertas putih kosong
tanpa makna

aku tahu,
mengawetkan kejujuran memang sulit dan pahit
tapi, mengawetkan dusta membuat luka

inilah saatnya. Kita belajar meraba
menikmati indah bulan. Untuk
sekedar tahu bahwa
ia tak pernah dusta pada kita
katakanlah!

Banjarmasin, 221203

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s