Ku Eja Sunyi


Ku Eja Sunyi

Ku eja sunyi pada dinding dinding
kamar. Teraba relief bugil
tuntun mimpi ke altar pembaringan
Kusetubuhi khayalku sendiri, sepi
Merobek robek kemaluan pekat, digigil nafas imaji
sunyi mendengus seperti kerbau, seiring mengalirnya
: darah suci perawan abad

selalu saja kulakukan, seperti itu, pada
sahara nafsu yang terhampar sempurna-
di reranting kemunafikan
Kulamar sepi bermaharkan kekecewaan
kuhamili malam, hingga
lahirkan putraputri terbaikku – kosong
Seperti sadarku, kini
bayang lain termulai hadir
pada ruang yang tak ku kenal
demensi tak berformat—entah masa depankah?
Sepertinya,
iblis mulai membius nafsuku, membuncah
Pertempuran tiga demensi–sengit
sampai kemaluanku meleleh
dan meguap di beku hujan
kuyup nafas membasahi ritus sunyi—tak beraltar
* * *
secangkir kopi panas mengantarku
di akhir malam yang tak pernah kupahami
belajar mendefinisikan pagi ini

Bjm, 2003
Di sebuah kamar
dini hari yang “panas”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s