Inginku


Inginku

Panjangnya perjalanan dijenuhnya
banyak malam kulewati dengan
renung
dan lamun
semedipun tak sua terang
tentang arti sebuah senyum
mungkin selalu terinjak kerikil tajam
yang terlempar dari sebuah persahabatan dalam saku bajuku

Sikap itu
tak izinkan aku
lepaskan gendewa cupid dibenakku

Kenapa aku tak rela kau kecewa karena
dia yang munafik?
Tapi aku tak mampu ber – apaapa
karena aku bukan siapasiapa
tak satupun kata lahirkan solusi
mungkinkah? Senyum itu bungkus kosong
dari gerak bibir lepas
yang kau persembahkan sebagai kado kado dusta

Senyum itu kembali keluar
di depanku sendiri, di sela canda
kurap mukaku tak mampu memandang
semua jadi buyar disua angin pungguk

Malam tamasyaku kebintang bintang
kupahat wajahmu yang anggun
di wajah bulan yang pucat
Kogores dimendung awan pekat
: untuk hujan di bumi

Kutitip inginku pada angin yang berhembus
ke jendela kamarmu
aku cinta kamu, gadis

Banjarmasin, 12 November 2002

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s