Hanya Ingin Membuat Sungai


Hanya Ingin Membuat Sungai

Mungkin sudah ribuan sajak lahir di sini,
Atau sudah ratusan penyair yang telah memprasastikannya,
Mengoyak-ngoyak rimbunan hutan dan mata air yang tak pernah kering. Memanjakan bayang-bayang pucuk pinus yang terus saja melambai dan beberapa anak elang yang berloncatan menuju angkasa
Aku hanya mengajakmu menuruni lembah rindu,
Sambil membuat sungai-sungai untuk mencari makna puisi yang hilang dengan meliuk-liuk menuju danau sepi: di mana tak ada dusta yang perlu didebatkan

Tapi senyummu! lebih suka berkubang di rawa-rawa pengap
Sambil bersenandung mendengungkan syair keruh dengan dengus bugil. Kau berusaha memecahkan batu yang tak pernah tahu arti indah gemericik. Sesekali kau menari telanjang meliuk-liuk di atas altar sambil mereguk air dari gelas-gelas penuh jelaga.

“Percayalah! Aku hanya ingin mengajakmu membuat sungai”

kau tak pernah berhenti menari, mencari
menanti dekapan tangan-tangan renta untuk memburu angkasa
sambil menikmati betapa indahnya pemandangan dari atas awan

“baiklah, kita berhenti di sini”

Mandiangin, 100109

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s