Elegi pada Sebuah Monolog


Elegi pada Sebuah Monolog

Kalau kamu memang tidak mencintaiku, tak usah ber pura pura cinta, katakan saja. Tapi jika kamu bertanya, apakah aku tersinggung dengan ucapanmu itu? Jelas aku tersinggung, sakit hati, sedih, merana dan bahkan kecewa akan hal itu.
Tapi aku sadar bahwa dunia tidak akan berakhir karena hal-hal itu. Jadi silahkan kau meninggalkanku. Setidaknya aku sangat bangga dan tentunya bahagia karena pernah mencintaimu sepenuh hati. Dan aku bersyukur pernah mendapat cintamu walau hanya pura-pura darimu.

Kau tahu, dirimulah sumber inspirasiku selama ini.

Mudah mudahan suatu hari aku benar benar mendapat cintamu yang sesungguhnya tanpa pura pura lagi dan suatu hari kau akan jadi milikku selamanya.

Banjarmasin, April 2003

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s