Dingin Kali Ini, Bunda


Dingin Kali Ini, Bunda

Tanah basah yang cokelat itu
Bunga melati putih, berserak
Nisan nisan kokoh pualam biru
Menemani
dan menjaga
kesepian
kesendirian

Tangis tangis itu telah reda
malam dingin mengganti kini
tetap diam bisu
tapi senyum itu mengambang
tak sedih tak gembira

Hujan turun
kali ini sangat dingin menusuk
senyum, masih tetap dalam sendiri
tidurmu

Dingin kali ini
mengantar senyummu dalam kebisuan abadi
do’aku

Kelua, Mei 2002

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s